PERUBAHAN PARIGI MOUTONG

PERUBAHAN PARIGI MOUTONG

Minggu, 26 Agustus 2012

Pemkab Parigi Moutong siapkan penyeberangan

Terkini - Minggu, 26 Agt 2012 19:51 WIB
Palu (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, segera membangun sarana penyeberangan untuk mengatasi kemacetan total di jalan Trans Sulawesi akibat putusnya jembatan rangka baja Boyantongo akibAt banjir bandang, Jumat (25/8).
Saat meninjau jembatan Boyantongo, sekitar delapan kilometer dari Kota Parigi, Minggu petang, Wakil Bupati Parigi Moutong Kemal Toana mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan dua sarana penyeberangan di tempat itu.

"Mulai besok kami akan menyiapkan kantinting (perahu bermotor tempel) untuk menyeberangkan orang dan perahu tambangan (jembatan bergerak menggunakan sejumlah perahu yang digabungkan) untuk menyeberangkan kendaraan bermotor," katanya.

Pembangunan sarana penyeberangan di jembatan Boyantongo itu, kata Kemal, akan dimulai Senin (27/8), dan diharapkan bisa beroperasi dalam waktu dua atau tiga hari ke depan.

Selain membangun sarana penyeberangan, pihakya juga akan membersihkan jalan raya yang tertutup sedimetasi yang dibawa banjir dari hulu sungai berupa kayu-kayu gelondongan.

Material ini juga menghantam rumah-rumah penduduk di pinggiran sungai dan merobohkan tiang-tiang listrik sehingga aliran listrik di daerah itu putus total.

"Ada sekitar dua kilometer jalan yang tertimbun material lumpur sehingga tidak bisa dilewati sama sekali," kata Kasat Lantas Polres Parigi AKP Suryadi yang dihubungi terpisah melalui telepon.

Wartawan ANTARA Anas Massa dari lokasi jembatan putus melaporkan Minggu petang, banjir bandang akibat hujan deras sepanjang Sabtu (25/8) mengakibatkan jembatan Boyantongo putus di bagian tengah.

Separuh dari rangka baja jembatan permanen sepanjang 112 meter itu diseret banjir sehingga sekitar 20 meter. Derasnya air yang membawa material kayu-kayu gelondongan ribuan meter kubik itu tidak mampu ditahan oleh jembatan ini.

Sekarang, kata Anas, hubungan lalu lintas terputus total karena selain jembatan putus, jalan raya di Desa Boyantongo tidak bisa dilewati karena tertimbou material kayu dan lumpur, baik dengan jalan kaki maupun kendaraan bermotor.

Ratusan kendaraan kini tertahan di kedua sisi jalan putus, terutama angkutan umum dari berbagai daerah seperti Poso, Morowali dan Sulawesi Selatan ke arah Palu, Gorontalo dan Manado, begitu juga sebaliknya.

Beberapa kendaraan memilih untuk memutar haluan, namun kendaraan-kendaraan angkutan kota antarprovinsi (AKAP) terpaksa menginap untuk menantikan terbukanya akses jalan di lokasi tersebut.

"Sedang diupayakan agar kendaraan angkutan saling bertukar penumpang, namun hal itu belum bisa dilakukan karena sungai di Boyantongo itu belum bisa diseberangi dan jalan raya masih tertutup material kayu," ujar Kasat Lantas Polres Parigi, AKP Suryadi. 

(BK03*R007)

Trans Sulawesi Butuh Keseriusan Pemerintah

Trans Sulawesi Butuh Keseriusan Pemerintah 

MAKASSAR, FAJAR -- Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) meminta pemerintah daerah di Sulsel dan Sulteng serius menuntaskan Trans Sulawesi. Sebab ini merupakan jalur koneksitas pendukung program Master Plan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Di Sulteng, pembangunan jalur Palu-Parigi sepanjang 35,7 kilometer masih tersendat. Padahal, jalur Palu-Parigi, penghubung utama enam provinsi di Sulawesi.

Kepala Divisi Humas dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Edib Muslim mengatakan, percepatan pembangunan jalur Palu-Parigi demi menekan kerugian negara yang mencapai hampir Rp400 miliar per tahun.

"Untuk menekan angka kerugian tersebut, maka harus diambil langkah percepatan pembangunan jalur Palu-Parigi," ujar Edib saat Sosialisasi Signifikasi Strategi International Hub Ports dan Intenational Hub Airports di Indonesia, serta Percepatan Pembangunan Jalur Alternatif Palu-Parigi Dalam Rangka  Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia, di Hotel Grand Clarion, Kamis 9 Agustus.

Menurutnya, jika jalur Palu-Parigi selesai dibangun, maka akan berdampak pada antara lain signifikasi penggunaan BBM, emisi gas buang, terciptanya akses masyarakat terhadap sumber-sumber intra koridor, serta dampaknya terhadap percepatan hub Pelabuhan Bitung dan Bandara Internasional Hasanuddin.

Pihaknya berharap, sebelum awal 2014 jalur Palu-Parigi bisa rampung dikerjakan. Dia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ikut  mendorong pemerintah pusat, untuk segera merealisasikan proyek infrastuktur tersebut, terutama dari segi dana yang disiapkan.

"Dianggarkan Rp700 miliar dan jika rencana dikucurkan Rp50 miliar setiap tahun, maka proses pembangunan akan memakan waktu cukup lama, sekira 14 tahun. Jadi memang ini perlu mendapat dorongan," ungkapnya.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VI Nurdin Samaila menambahkan, pembangunan jalur Palu-Parigi nanti juga akan berdampak pada arus distribusi barang dan jasa. Sehingga perekonomian kedua daerah bisa bergerak lebih cepat.

Dia menyebutkan, kondisi jalan nasional Palu-Parigi memiliki panjang total 76.613 km. "Dari total panjang jalan tersebut, hanya jalur Toboli-Parigi dengan panjang 16.057 km dan Kebon Kopi-Nupabomba 29.258 km yang belum dalam kondisi baik 100 persen.

Selebihnya yaitu jalur Talise-Tawaeli dengan panjang 8.887 km, Toboli-Kebon Kopi 20.886 km, dan Nupabomba-Tawaeli 1.525 km sudah dalam kondisi baik 100 persen," ungkap Nurdin. (aci/upi/sil)

BANJIR BANDANG PARIGI MOUTONG JALAN TRANS SULAWESI PUTUS


KOMPAS.com/Erna Dwi LidiawatiRumah yang rusak saat banjir bandang menghantam wilayah Desa Boyantongo, Sabtu (25/8/2012)
PALU, KOMPAS.com - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memutuskan jalur Trans Sulawesi, jalur transportasi darat yang menghubungkan provinsi tersebut dengan tiga provinsi lain, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan.
Saat banjir bandang terjadi Sabtu (25/8/2012) sekitar pukul 20.00 Wita, ketinggian air mencapai lima meter dari badan jalan. Kondisi terparah akibat banjir bandang ini dialami wilayah Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan , Kabupaten Parigi Moutong.
Banjir telah meluluhlantakkan puluhan rumah warga yang rumahnya dekat dengan aliran sungai. Warga mengaku hanya bisa menyelamatkan sebagian harta benda.
Warga Desa Boyantongo, Agus, Masyur, pemilik bengkel yang rumahnya tepat diujung jembatan Dolago yang terputus hanya bisa menyelamatkan sepeda motor dan sanak keluarganya. Sementara harta yang lain tak lagi dipedulikan. Rumahnya sudah rata dengan tanah.
"Pasrah sudah saya. Hanyut bengkelku dibawa banjir. Hanya motor ini yang sempat saya selamatkan. Untung saja kejadiannya belum terlalu larut  malam. Tidak tahu bagaimana jika tengah malam pas kita tetidur lelap dan banjir datang tidak bisa saya bayangkan," kata Agus.
Warga lainnya, Anwar, menuturkan sebelum banjir datang ia mendengar suara gemuruh.Ia sempat melihat batang-batang kayu melewati badan jalan di atas jembatan. "Saya ambil apa yang bisa saya selamatkan. Saya tidak hiraukan lagi rumahku yang penting keluargaku. Kami mencari tempat yang aman," ujar Anwar.
Selain Desa Boyantongo ada tiga desa lagi yang dihantam banjir bandang, yakni Desa Nambaru, Tindaki dan Desa Lemusa. Ratusan rumah rata dengan tanah bahkan dilaporkan dua orang warga tewas terseraet arus banjir dan yang lainnya luka-luka.
Banjir bandang yang terjadi Sabtu malam kemarin juga memutuskan jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Sebuah jembatan yang meghubungkan jalur satu-satunya di pantai timur Sulawesi Tengah ini putus, sehingga dipastikan arus transportasi akan macet .
Editor :
Kistyarini

Sabtu, 25 Agustus 2012

Arus Mudik, Lakalantas Capai 13 Kasus

Jumat, 24 Agustus 2012

Arus Mudik, Lakalantas Capai 13 Kasus



PARIGI- Jumlah Kecalakaan Lalulintas (Lakalantas) yang terjadi selama arus mudik pada tahun ini mencapai 13 kasus. Lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia banyak terjadi ketika memasuki puncak arus mudik menjelang perayaan Idul Fitri. Lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia selama arus mudik berlangsung terjadi di beberapa titik jalur trans Sulawesi yang rawan dengan Lakalantas seperti jalur trans Desa Pembalowo dan Desa Boyantongo. Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Parimo, Iptu. Suriadi, mengatakan, dari jumlah Lakalantas yang mencapai 13 kasus tersebut terdapat tiga orang Meninggal Dunia, tiga orang Luka Berat dan 14 orang Luka Ringan. Sedangkan kerugian materil yang diakibatkan Lakalantas yang mencapai 13 kasus tersebut mencapai senilai Rp25 Juta lebih.

Kabag Hukum Bolos Kerja

Jumat, 24 Agustus 2012

Kabag Hukum Bolos Kerja

** 80 Persen PNS Poso Sudah Aktif Berkantor

POSO - Aktivitas perkantoran dan pelayanan masyarakat di Pemerintahan Kabupaten Poso di hari pertama kerja usai libur dan cuti bersama lebaran idul fitri 1433 Hijiriah, Kamis (23/8) kemarin, relatif normal. Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Honorer Daerah (Honda) yang masuk kerja signifikan dibanding tahun sebelumnya untuk momentum yang sama. Wakil Bupati Poso Ir Toto Samsuri MSi, mengatakan kehadiran pegawai di pemerintahannya yang masuk kerja di hari pertama kerja usai libur lebaran diatas 80 persen. Kondisi ini jauh lebih baik dari tahun lalu yang tingkat kehadirannya hanya berkisar 60 persen.

Jumat, 24 Agustus 2012

Pemuda Katolik pun Meramaikan Takbiran

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Pawai malam takbiran di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan dengan Distritu Oekusi, Timor Leste, berlangsung meriah. Bukan cuma umat Muslim, pemuda non muslim dari muda-mudi Katolik pun ikut memeriahkan pawai itu.

Bersama-sama mereka berkeliling kota dengan menggunakan ratusan kendaraan roda dua dan puluhan kendaraan roda empat. Kegiatan pawai yang berlangsung pada Sabtu (18/8/2012) dimulai dari pukul 20.00 Wita sampai pukul 21.30 Wita. Rute konvoi dimulai dari Masjid Agung Nurul Falah pasar lama, kemudian bergerak melalui rute rumah jabatan Bupati TTU, pasar lama, Naesleu, terminal kota Kefamenanu, KM 6 jurusan Kupang, Tulip dan kembali ke Masjid Agung Nurul Falah. 

Meskipun umat Muslim di daerah tersebut tergolong minoritas, namun warga yang mayoritas beragama Katolik pun begitu antusias menyaksikan pawai yang diadakan setiap tahunnya. 

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten TTU Idham Khalid SH mengatakan, takbir keliling yang dilaksanakan PHBI Kabupaten TTU merupakan salah satu kegiatan rutin menyambut datangnya bulan Syawal saat mengakhiri bulan suci Ramadan. Takbir adalah mengagungkan Asma Allah setelah sebulan penuh umat islam berpuasa dengan menahan makan, minum dan hawa nafsu. 

"Dalam takbir keliling ini, PHBI juga berkoordinasi dengan pemerintah serta aparat terkait. Meskipun kita di sini termasuk yang minoritas, tapi ternyata masyarakat sekitar menyambut positif dalam toleransi bahwa umat Islam juga merupakan bagian dari masyarakat TTU yang mempunyai hak yang sama dalam menjalankan ibadahnya," kata Idham. 

Hal tersebut, menurut Idham, terlihat dengan jelas dengan keterlibatan umat Nasrani, khususnya pemuda Katolik, yang ikut serta dalam kegiatan pawai atau takbir keliling tersebut dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban. 

Pantauan Kompas.com, terlihat bukan hanya pawai bukan hanya diramaikan kendaraan bermotor saja. Ratusan petasan jenis kembang api pun menghiasi langit Kota Kefamenanu.

4 Program Unggulan Taswin Borman


4 Program Unggulan Taswin Borman

EmailCetakPDF

Info Palu- Meskipun pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) kabupaten Parigi Moutong (Parimo) akan di gelar tahun 2013 mendatang, namun beberapa nama yang digadang-gadang bakal bertarung menjadi orang nomor  di Parimo sudah mulai terkuak, salah satunya Drs.Taswin Borman, M.Si.
Taswin Borman (TB) yang juga anggota DPRD Sulteng saat ditemui media ini mengungkapkan, sebagai putera daerah dirinya bersedia  maju pada pemilukada Parimo nanti, jika masyarakat menghendaki dan memberikan dukungannya kepada dirinya.  “ Jika ada dukungan dari masyarakat serta dukungan resmi dari partai politik (parpol), saya bersedia maju bertarung sebagai kandidat  calon bupati parimo nanti,” ungkap Taswin.
Taswin mengatakan dirinya sudah mengajukan surat permohonan kepada beberapa parpol untuk mengusungnya akan tetapi untuk saat ini baru dua parpol yang memanggil dirinya, yakni Partai Bulan Bintang (PBB) serta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk berdiskusi, akan tetapi dirinya belum  mengetahui apa keputusan dari PBB dan PKS,  namun dalam waktu dekat lanjut Taswin dirinya akan mengajukan permohonan ke beberapa Parpol lagi.
“Dalam waktu dekat saya akan mengajukan permohonan lagi kepada beberapa parpol akan tetapi jika pada waktunya nanti tidak ada Parpol yang mengusung saya dalam Pilkada Parimo, saya juga tidak akan memaksakan diri untuk maju walaupun ada jalur independent,” ujar Taswin.
Saat ditanya apa program yang akan ditawarkan jika kelak dirinya maju sebagai Bakal calon (Balon) dalam perebutan DN 1 Parimo nanti, politisi yang tergabung di komisi II Deprov Sulteng  ini mengatakan ada empat program  yang akan menjadi  andalan dirinya  nanti, yakni pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat dan melayani masyarakat.
Dia menguraikan, untuk pendidikan sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa inilah sektor yang akan ia sentuh nanti jika terpilih,untuk kesehatan dirinya akan memberikan pengobatan gratis bagi yang tidak mampu,untuk kesejahteraan masyarakat ia mengatakan akan lebih memprioritaskan bagi kesejahteraan masyarakat yang ada ditepi pantai dan pegunungan
“ Masyarakat Parimo banyak yang tinggal di tepi pantai, oleh karena itu sektor perikanan harus di genjot seperti juga masyarakat yang tinggal dipegunungan apa yang menjadi sumber pendapatan mereka harus pula digenjot agar kesejahteraan mereka meningkat,” ujar Taswin.
Sementara untuk pelayanan masyarakat juga sudah menjadi tugas pemerintah manapun untuk melayani masyarakat yang membutuhkan. Saat disinggung adanya isu yang menyebutkan  bahwa Parimo dari tahun-ketahun tidak mengalami peningkatan dari segi pembangunan Taswin dengan tegas membantahnya dirinya mengatakan kabupaten Parimo dari tahun-ketahun terus mengalami peningkatan dalam segi pembangunan
“Saya yang akan menjadi orang pertama yang membantah bila ada yang menyatakan pembangunan di Parimo tidak mengalami peningkatan, namun yang menjadi pertanyaan sekarang apakah dengan pembangunan yang sedemikian maju itu,  juga masyarakatnya maju atau ikut sejahtera dalam kemajuan pembangunan yang ada sekarang,” kata Taswin. (fir)